ADAPTASI Ku bermula dari riuhan gemilang layaknya balita tak berdosa tahun lalu. Dengan polosnya ku terus berpadanan dengan mereka dari berbagai kalangan sehingga kala itu, ku tak ada ubahnya seperti bocah yang awam bahkan aku tak mengerti sama sekali dengan keadaan yang ada, namun ku terus berpura-pura dalam keraguan ku ini sehingga ku harus berbohong pada diriku sendiri , bahwa aku bisa jalani ini semua ,berawal dari titik awal bahkan. Entahlah kala itu aku benar-benar tak percaya lagi pada kenyataan yang ada. Aku ada didunia hanya karna robku saja. Dan begitulah hancurnya aku kala itu. Pikirku aku harus kuat karena orang lain tak kan sedikitpun antusias pada keluhanmu. Hanya dirimu sendiri dan robmu yang menyanyangimu. Kala itu aku menyadari bahwa sejatinya kita adalah sendiri .”jangan berharap selain hanya kepadanya jika kau tak ingin kecewa .” sematan kalimat itu menj...