ADAPTASI

       Ku bermula dari riuhan gemilang layaknya balita tak berdosa tahun lalu. Dengan polosnya ku terus berpadanan dengan mereka dari  berbagai kalangan sehingga kala itu, ku tak ada ubahnya seperti bocah yang awam bahkan aku tak mengerti sama sekali  dengan keadaan yang ada, namun ku terus berpura-pura dalam keraguan ku  ini sehingga  ku harus berbohong pada diriku sendiri , bahwa aku bisa jalani ini semua ,berawal dari titik awal bahkan. Entahlah kala itu aku benar-benar tak percaya lagi pada kenyataan yang ada. Aku ada didunia hanya karna robku saja.  Dan begitulah hancurnya aku kala itu. Pikirku aku harus kuat karena orang lain tak kan sedikitpun antusias pada keluhanmu.  Hanya dirimu sendiri dan robmu yang menyanyangimu.  Kala itu aku menyadari  bahwa sejatinya kita adalah sendiri .”jangan berharap selain hanya kepadanya jika kau tak  ingin kecewa .”  sematan kalimat itu menjadi penopang untuk ku kala semangatku menjauh.
    Begitulah adaptasi yang kulakukan aku tak paham lagi dengan cerita basa-basi yang dulu kupunya entah kadang aku bosan atau apa, aku sajapun tak memahaminya. Dan yang aku tahu hanya  “ how step to be happy “.   Aku tak perduli lagi sekitarku. Aku menjadi manusia ego kala itu. Aku benar-benar seakan dilema harta tahta dan rupa sehingga mondar-mandir kepalang urat syarafku.
    Mirisnya bukan sebulan-dua bulan kemurungan itu kurasakan bahkan enam bulan lamanya. Enam bulan itu aku hidup laksana hanya menunggu kematiaan saja  tanpa ada semangat hidup yang lahir dari jiwaku. Sehingga nilai –nilai akademikku jatuh pesat tiada kepalang.  Tak ada kerja keras yang kulakukan bahkan untuk belajar pun aku tidak . ku hanya bicara tanpa action. Ahhhg.. miris rasanya kalau ku harus papar semua rasa dalam jiwaku,  kala itu.
      Sehingga sampai saat ini pun, aku malas bergabung dengan keramaian ,  bukan alasan aku sibuk learn atau apa.  Aku sepertinya bosan dengan kebersamaan tanpa makna  atau mungkin aku yang tak tau makna dari kebersamaan itu sendiri.  Ahhhhhg bodo amat.  Bukan problem kayaknya.
JADILAH BERKUALITAS Motto yang kurangkai dalam kesendirian  yang belaakangan ini kujalani , jangan mengharap sesuatu yang bersifat fiksi. Begitulah perumpamaannya.

Sekian dulu. Bye




Comments

Popular posts from this blog

Investasi