Posts

Image
Gabutnya zamanku Sabtu, 07 desember 2019. 20:58, yapp. Sabtu malam pastinya atau milenial visioner abad 21 menyebutnya malam ahad. Yang mana pada malam seperti ini sebagian besar dari remaja lebih memilih berpesta pora atau gabut bersama diluar rumah. Tapi pada malam ini, ku ingin menulis di blog sederhana inspirasiofelisantika ini. Yang sudah sekian dekade aku menghilang. Aku juga tidak tahu pasti apa alasan yang logis sehingga akhir-akhir ini aku malas menulis. Padahal jelas ku tahu menulis merupakan passionku, karena jujur saja, ketika aku menulis, aku seakan berada di planet yang berbeda. Ah sudahlah. Langsung saja. Akhir-akhir ini aku sering bertanya pada jiwaku sendiri. Mengapa milenial yang aku kenal atau aku juga berada didalamnya hanya mementingkan keunggulan pribadi saja. Dan para orangtua juga berlomba lomba membahas keunggulan yang diperoleh anaknya, anakku begini, anakku begitu. Seolah olah hanya mereka yang paling berkualitas. Begitu juga dengan sekitarku, berlomba l...
Image
Ah remaja Remang remang dalam mengambil keputusan, semua terasa aman aman saja, tertawa selaksana tak punya beban, konyol bahkan terkadang menggila. Merasa kuat, dan semangat tetap hangat walau terkadang depresi yang hadir, ah berbaur sudah memang. Tak perlu tercengang, begitulah adanya. Unik , dan sedikit membingungkan. Susah dinasehati, masuk kuping kanan bahkan keluar kuping kanan juga, tidak ada yang tertinggal samasekali. Membal.  Kata ilmuwan sih, beberapa area penting dalam otak remaja tiba tiba tidak berfungsi ketika mendengar kritikan.  Cukup ajaib, bukan? Hahaha, aku sajapun tertawa kecil menuliskan ini, karena rasanya kok aku kaya’ sindir diri sendiri aja. Ah, sudahlah. Biarkan saja aku berdialog. Aku Eli santika akan mewakili remaja di belahan serambi mekkah ini eakkk. Entah pengaruh inretaksi antara kadar hormon estrogen dan senyawa kimia di otak sehingga begitu aneh agaknya, aku sajapun tak paham betul akan ini. Sudahlah, maafkan saja aku. Kau ingi...
Image
Aku Semua itu membuatku cemas menghadapi masa depan. Gairah atau senang, tapi dipihak lain, putus asa, takut , cemas , aduk beraduk layaknya nano nano. Aku bukan Nasionalis, bukan Katolik, dan bukan Sosialis. Aku bukan Budha, bukan Protestan dan bukan Westrern. Aku bukan Komunis dan bukan juga Humanis. Aku adalah semuanya , mudah mudahan inilah yang disebut Muslim.   Aku ingin bahwa orang memandang dan menilaiku sebagai suatu kemutlakan tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana aku, termasuk dari aliran apa aku. Beroperasi dengan kehidupan tak jarang kulakukan, aku terbiasa dengan rutinitas kejam yang demikian nyatanya. Aku rasanya tak mengenal padanan yang mengharukan. That’s simple. Itu yang bersemanyam dalam Brain yang ku punya. Ahh , miris.  Aku tak kagum lagi dengan prestasi indah yang mereka punya dan pun iya aku tak tertarik dengan hal mengharukan yang kau tampilkan. Entahlah, aku sajapun tak mengerti mengapa aku se-ego aku? Karena jujur saja aku benar...
Image
INGIN RASANYA KUUNGKAP SEGALA Jika kau bertanya kepadaku, tentang seperti apa imajinasi yang kupunya? Aku akan menatapmu, lalu kukatakan “Kita lihat saja nanti”. Dan sungguh aku tahu apa yang terlintas dalam benakmu, kau sesegera mungkin akan memponisku bahwa aku adalah sosok seorang yang angkuh. Oke , that’s your problem. Sebenarnya begitu banyak argument yang ingin ku luahkan namun lidahku seakan kelu untuk berungkap. Bukan alasan aku berani atau tidaknya, tapi ini lebih kepada kesungguh - sungguhan dalam menjiwai sesuatu yang disampaikan. Dan yang menjadi tolak ukurku adalah aku tidak akan mempercayai  kata kata tanpa action langsung dihadapanku , ini adalah aku Eli santika , terserah kalian mau men- judge aku seperti apa. Toh, kalian punya hak ya kan?  Entahlah , aku saja tidak tahu mengapa sangat sulit untukku menerima pendapat bila ku tak menyaksikan prakteknya. Dan disela sela pernyataan yang disampaikan aku akan melirihkan kata , Alah BULLSHIT. Hahaha , aku tau ...
Image
ADAPTASI        Ku bermula dari riuhan gemilang layaknya balita tak berdosa tahun lalu. Dengan polosnya ku terus berpadanan dengan mereka dari   berbagai kalangan sehingga kala itu, ku tak ada ubahnya seperti bocah yang awam bahkan aku tak mengerti sama sekali   dengan keadaan yang ada, namun ku terus berpura-pura dalam keraguan ku   ini sehingga   ku harus berbohong pada diriku sendiri , bahwa aku bisa jalani ini semua ,berawal dari titik awal bahkan. Entahlah kala itu aku benar-benar tak percaya lagi pada kenyataan yang ada. Aku ada didunia hanya karna robku saja.   Dan begitulah hancurnya aku kala itu. Pikirku aku harus kuat karena orang lain tak kan sedikitpun antusias pada keluhanmu.   Hanya dirimu sendiri dan robmu yang menyanyangimu.   Kala itu aku menyadari   bahwa sejatinya kita adalah sendiri .”jangan berharap selain hanya kepadanya jika kau tak   ingin kecewa .”   sematan kalimat itu menj...

Investasi

Image
Investasi Nada dering lautan yang bergema menghantarkanku pada kebahagiaan yang nyata, dimana diseketika itu kobaran awan yang menyelimuti langkahku. Aku terpaku dan sedikit terngangah menatap hamparan gejolak yang merayu. Setiap denyutan nadi yang berdenyut di sanubari terdalam yang kupunya seakan keindahan musik klasik bergema diragaku sehingga khayalan itupun berakar dengan sendirinya dan membuatku terlena pada akhirnya. Sebenarnya rangkaian kalimat yang sedang kukumpulkan untuk kujadikan menjadi sebuah paragraf ini adalah kumpulan molekul hati yang sedang kurasa seketika ini. Bukan muluk muluk keinginan yang kupunya tapi benar investasi kebahagiaan menjadi prioritas primer yang mau tidak mau harus terwujud. Aku adalah seorang mahasiswa yang masih dalam ketegori pemula, tahun 2017 lalu aku tamat dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanianku dan lanjut ke universitas negeri naungan kementerian agama yang ada di Aceh dan masyarakat banyak menyebutnya UIN Aceh dan itu sekelumit ...

Zig zag rasanya

Image
Ada yang Lillah karenanya? Ah.... Entahlah, pasti hanya ingin keuntungan balikan, sejatinya sudahlah memang, tak perlu terheran lagi begitulah dunia yang kita punya, dan tak Ada yang dapat merubah selain pribadi itu sendiri. Zig-zag yang kurasa, kuhadir di tengah dunia yang kejam, kubermuara disini, kumenjadi awam tak terkendali dan kubertanya pada sosok mereka, begini rupanya?? Kumenoleh kiri kanan dan tak jarang kuputar balik pandanganku, ternyata masih sama saja,  semua riuh gembira dengan dunianya, sebenarnya bukan ku tak paham akan itu, tapi masaa iya semua sama sepertiku, sama?, Oh tidak!! Aku tak ingin, sungguh benar aku tak ingin, begitu rupanya orang memandangku sama seperti aku menilai mereka. Astaghfirullah, ampuni aku ya Robb.. Aku telah berdosa, menebar tawa sesuka jiwa, egois tingkat dewa, kurang sopan santun, angkuh bahkan ku tak ambil open apa yang orang lain rasa, ku dibesarkan menjadi sosok yang keras dari kehidupan yang tak seberapa wahh , , ah entah...