Ah remaja

Remang remang dalam mengambil keputusan, semua terasa aman aman saja, tertawa selaksana tak punya beban, konyol bahkan terkadang menggila.
Merasa kuat, dan semangat tetap hangat walau terkadang depresi yang hadir, ah berbaur sudah memang. Tak perlu tercengang, begitulah adanya. Unik , dan sedikit membingungkan.
Susah dinasehati, masuk kuping kanan bahkan keluar kuping kanan juga, tidak ada yang tertinggal samasekali. Membal.  Kata ilmuwan sih, beberapa area penting dalam otak remaja tiba tiba tidak berfungsi ketika mendengar kritikan.  Cukup ajaib, bukan?
Hahaha, aku sajapun tertawa kecil menuliskan ini, karena rasanya kok aku kaya’ sindir diri sendiri aja.
Ah, sudahlah. Biarkan saja aku berdialog.
Aku Eli santika akan mewakili remaja di belahan serambi mekkah ini eakkk. Entah pengaruh inretaksi antara kadar hormon estrogen dan senyawa kimia di otak sehingga begitu aneh agaknya, aku sajapun tak paham betul akan ini. Sudahlah, maafkan saja aku. Kau ingin tau seberapa egois jiwaku?
Aku keras, sekeras kerasmu. Aku sejuk, sesejuk sejukmu. So all are your choise.
Aku tak pernah takut mati hanya karena kerasnya duniaku. Tapi aku akan kecewa jika sampai tua tak dapat menaklukkan apa-apa.
Kurasa mayoritas remaja sependapat denganku, hanya saja mungkin penyampaiannya agak berbeda. Ah sudahlah. 

Thanks viewers.



Comments

Post a Comment