Aku

Semua itu membuatku cemas menghadapi masa depan. Gairah atau senang, tapi dipihak lain, putus asa, takut , cemas , aduk beraduk layaknya nano nano. Aku bukan Nasionalis, bukan Katolik, dan bukan Sosialis. Aku bukan Budha, bukan Protestan dan bukan Westrern. Aku bukan Komunis dan bukan juga Humanis. Aku adalah semuanya , mudah mudahan inilah yang disebut Muslim.   Aku ingin bahwa orang memandang dan menilaiku sebagai suatu kemutlakan tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana aku, termasuk dari aliran apa aku.
Beroperasi dengan kehidupan tak jarang kulakukan, aku terbiasa dengan rutinitas kejam yang demikian nyatanya. Aku rasanya tak mengenal padanan yang mengharukan. That’s simple. Itu yang bersemanyam dalam Brain yang ku punya. Ahh , miris. 
Aku tak kagum lagi dengan prestasi indah yang mereka punya dan pun iya aku tak tertarik dengan hal mengharukan yang kau tampilkan. Entahlah, aku sajapun tak mengerti mengapa aku se-ego aku? Karena jujur saja aku benar benar bosan mendengar celotehan tanpa makna  dan tanpa praktik.
Ahh , inilah aku. Aku bukan hatta, bukan soekarno, bukan sjahrir, bukan natsir, bukan marx, bukan pula lain lain. Aku adalah Me…   aku Mencari dan terus menerus Mencari, Menuju dan Menjadi . yaa, aku adalah Meng “Aku” yang terus menerus menjadi Aku.

BE YOUR SELF

Berijin rakan. 


  

                                

Comments

Popular posts from this blog

Investasi