Investasi

Investasi
Nada dering lautan yang bergema menghantarkanku pada kebahagiaan yang nyata, dimana diseketika itu kobaran awan yang menyelimuti langkahku. Aku terpaku dan sedikit terngangah menatap hamparan gejolak yang merayu.
Setiap denyutan nadi yang berdenyut di sanubari terdalam yang kupunya seakan keindahan musik klasik bergema diragaku sehingga khayalan itupun berakar dengan sendirinya dan membuatku terlena pada akhirnya.
Sebenarnya rangkaian kalimat yang sedang kukumpulkan untuk kujadikan menjadi sebuah paragraf ini adalah kumpulan molekul hati yang sedang kurasa seketika ini. Bukan muluk muluk keinginan yang kupunya tapi benar investasi kebahagiaan menjadi prioritas primer yang mau tidak mau harus terwujud.
Aku adalah seorang mahasiswa yang masih dalam ketegori pemula, tahun 2017 lalu aku tamat dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanianku dan lanjut ke universitas negeri naungan kementerian agama yang ada di Aceh dan masyarakat banyak menyebutnya UIN Aceh dan itu sekelumit latar belakang pendidikanku.
Dua hari yang lalu sebelum ku menulis karangan ini ku membaca sebuah cerpen yang ada disalah satu aplikasi handphone yang kupunya dan sungguh benar terlihat oleh kedua mata kepalaku “investasi” seketika itu yang berada dalam himpunan urat syarafku terus tertuju pada kata itu dan teriakkan jiwaku bertanya, apa saja sih yang harus ku investasikan?? Ah begitulah perumpamaannya....
Lalu dua hari itupun berlalu disertai dengan gelombang radiasi kepalaku bercengkrama tidak seperti orang normal yang pada dasar namun kali ini berbeda, ubun ubunku menjadi kaku dan keningku bergelimang olesan odol yang sengaja ditaruh oleh seorang wanita setengah baya dijumlah kurang dari lima yaitu wanita yang sangat kusayangi didunia ini melebihi diriku sendiri, dialah ibuku.
Ketika kanak kanak dahulu saat suhu kepala laksana gumparan arang yang selesai menggebu odol lah yang selalu ibuku oleskan kekening yang kupunya. Menitan berlalu malam itu mengingatkanku ke masa kecilku dahulu, ibuku begitu antusias kepadaku. Dan 4 tahun kebelakang ini aku tidak seutuhnya bersama ibuku lagi dikarenakan aku yang harus meninggalkan ibu dikampung halaman demi merajut asa yang telah kubakal bersama impian indah yang kurangkai dan semua itu adalah modal agar aku bisa menjadi manusia yang sesungguhnya dan dapat menjadi anak ibu yang seperti ibu harapkan. Amin.
Dan setelah itu aku menjadi sangat bahagia karena ibuku memperlakukanku laksana balita kembali. Aku merasa seakan dimanja lalu ku berpura-pura tertidur pulas pun sehingga rasa khawatir ibupun menurun dari grafiknya. Setelah kupastikan bahwa ibupun telah tertidur karena kualahan menyikapiku yang tiba tiba drop itu, akupun bangun dengan rasa bahagia walau ada denyutan imprasonik dari kepalaku terasa, aku mulai mengambil laptop dan mulai merangkai kalimat yang berjudul dengan “investasi” ini.
Seandainya kebahagiaan seperti kebahagiaan akan kasih sayang seorang ibu dapat ku investasikan maka sungguh bahagia kepalang yang kurasa. Namun aku benar benar bersyukur memiliki seorang ibu yang cantik nan rupawan seperti ibuku.
Dan ini merupakan minggu terakhir liburku semester genap ini dan minggu depan mau tidak mau aku harus tinggalkan ibu lagi. Ahhhh entahlah, walau sudah bertahun tahun rutinitas ini kujalani tapi masih saja aku merasa kelu hati saat tau kalau aku harus pergi lagi. Sungguh pun benar aku ingin bersama ibu disetiap detik waktunya dan pikirku kasih sayang seorang ibu tidak dapat diinvestasikan dan ibulah yang mengerti segalanya.
Love you mom.


Serius ya kamunya?  Hehehe sudah dulu ya.

Thanks.

Comments

  1. Aku tersentak kagum dengan keahlian mu sobat. .. Kata Demi kata yang kau rangkai membuat aku yakin bahwa investasi yang akan kita berikan dimasa depan adalah yg terbaik. .. Walaupun tergantung bagaimana kontribusi Kita hari ini... *dudududu

    ReplyDelete
  2. Ah.. Kamu bisa saja sobat😊 membuatmu tersanjung dan seakan terbang pada langit ke 5, Ahaahah. Terima kasih banyak Eka😂

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog